Apa Yang Dimaksud Dengan Tanah Longsor

Apa Yang Dimaksud Dengan Tanah Longsor – Bencana longsor di Ponorogo, Jawa Timur yang menewaskan ratusan orang, membuka mata kita akan kenyataan bahwa Indonesia tidak hanya terancam oleh gempa bumi dan letusan gunung berapi seperti yang sering diberitakan di media. Bahkan, sebagaimana dicatat oleh International Science Council, Indonesia termasuk dalam tujuh negara yang paling banyak menjadi korban bencana tanah longsor, bersama Brasil, India, Afghanistan, Nepal, Filipina, dan Bolivia. Bahkan, laporan penilaian global yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling berisiko longsor karena dua faktor utama. Pertama, termasuk daerah tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi. Kedua, lebih dari 45% daratan di Indonesia berupa perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan landai hingga curam.

Daerah pegunungan dengan lereng terjal biasanya merupakan daerah dengan curah hujan yang sangat tinggi. Laporan PBB tersebut sejalan dengan data nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menunjukkan bahwa pada tahun 2016 frekuensi longsor meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2011. Pada tahun 2016 terjadi 616 kejadian longsor, sedangkan pada tahun 2011 hanya terjadi 329 kejadian. Yang memprihatinkan, pada tahun 2017 yang baru beroperasi empat bulan ini, telah terjadi 215 kejadian dengan kejadian terbaru di Punorugo, Jawa Timur. Berbagai aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan membuat para ahli konservasi tanah di Lembaga Penelitian Tanah memprediksi bahwa jumlah dan dampak bahaya longsor akan semakin meningkat di masa mendatang. Seperti biasa korban yang paling menderita adalah masyarakat kecil. Mereka kehilangan anggota keluarga, rumah dan harta benda. Namun, selain kerugian tersebut, juga banyak kerugian yang samar-samar namun berdampak besar bagi masyarakat setempat dan masyarakat sekitar daerah bencana.

Apa Yang Dimaksud Dengan Tanah Longsor

Kerugian halus ini berupa hilangnya lahan pertanian tempat tinggal sebagian besar masyarakat. Kerugian tersebut tidak hanya merugikan masyarakat di daerah bencana, tetapi juga mengancam masyarakat di luar karena pasokan pangan akan terganggu. Jika risiko longsor meluas di berbagai wilayah, ketahanan pangan juga terancam. Yang mengagetkan, sebagian besar sentra pertanian di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah berada di daerah pegunungan dan pegunungan yang rawan longsor. Lahan pertanian hilang karena tertimbun material longsor atau tenggelam ke cekungan yang dalam sehingga lahan tersebut tidak dapat digarap lagi. Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung berupa rusaknya prasarana penunjang pertanian seperti jalan, saluran irigasi, sumber air serta pabrik dan gudang. RI membutuhkan kebijakan dan strategi baru untuk mengurangi ancaman longsor sebagai bagian dari pencegahan kelangkaan pangan.

Dampak Tanah Longsor Terhadap Lingkungan Dan Masyarakat

Tanah longsor berbeda dengan erosi. Longsor adalah bencana yang terjadi akibat pergerakan massa tanah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dengan volume yang besar dalam waktu yang singkat. Di sisi lain, erosi terus berlanjut dari waktu ke waktu. Ketika massa tanah mengalir ke bawah, sering disertai dengan material terkait seperti batu dan pohon. Penyebab utama terjadinya longsor adalah hujan lebat yang berlangsung lama sehingga tanah jenuh air, massa tanah bertambah. Sedangkan vegetasi sebagai pengikat partikel tanah berkurang, kemudian terjadi keruntuhan. Kemiringan curam di bawahnya memberikan bidang geser sehingga massa tanah bergerak sangat cepat. Kita harus sadar bahwa pembukaan lahan pertanian seringkali menjadi pemicu terjadinya longsor. Pemotongan bukit atau gunung untuk membangun jalan dan pemukiman juga menjadi penyebab utama tanah longsor di Israel. Bukit-bukit dan gunung-gunung yang telah ditebang kehilangan kestabilannya dan mudah runtuh jika diterjang hujan lebat. Ada dua jenis tanah longsor yang terjadi di daerah pegunungan, yaitu tanah longsor dan tanah longsor.

Longsoran terjadi karena lepasnya batuan atau tanah dari lereng yang sangat curam (>100%) dengan gaya bebas atau rolling berkecepatan tinggi, sedangkan longsoran berbentuk slide terjadi karena pergerakan bagian atas tanah dalam volume yang besar bergerak. cepat maju. . Tanah di bawah adalah bidang slip. . Longsor terakhir terjadi ketika tanah bagian atas jenuh air dan terdapat bidang geser pada kedalaman tertentu. Bencana tanah longsor di Ponorogo termasuk dalam jenis tanah longsor. Manusia bertanggung jawab atas tanah longsor karena pemicu utama terjadinya tanah longsor adalah perubahan jenis vegetasi dari vegetasi tahunan menjadi vegetasi musiman di daerah pegunungan dan pegunungan. Masyarakat membuka perbukitan dan pegunungan untuk lahan pertanian karena tidak punya pilihan lain karena minimnya lahan datar. Daerah pegunungan dan perbukitan yang dalam ilmu konservasi tanah klasik disebut tanah yang tidak terlalu cocok untuk daerah pertanian karena kemiringan di atas 100% biasanya perlu dibersihkan karena sebarannya mencapai 45% dari tanah. Perbukitan dan pegunungan menjadi sumber daerah pertumbuhan baru bagi sektor pertanian. Sekarang kita bisa melihat kentang, tomat, cabai, sawi, wortel, bawang bombay yang ditanam secara besar-besaran di daerah perbukitan dan pegunungan. Bahkan kebun tanaman hias juga dibuka di daerah pegunungan dan pegunungan karena dapat tumbuh dengan baik dengan produktivitas tinggi di daerah yang tinggi (lebih dari 350 meter persegi). diproduksi.

Pemerintah sebagai orang yang diberi amanah untuk mengelola negara setidaknya harus melakukan tiga tindakan untuk mencegah tanah longsor di kawasan budidaya. Pertama, domain wilayah rawan longsor dan wilayah yang berpotensi terkena dampak jika terjadi longsor di wilayah tersebut disebut zona. Daerah rawan longsor dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sangat rentan (merah), rentan (kuning) dan aman (hijau). Zona merah harus digunakan sebagai kawasan konservasi agar bebas dari kegiatan pertanian, pembangunan perumahan dan infrastruktur. Daerah kuning bisa dijadikan lahan pertanian, namun membutuhkan perawatan khusus yang harus diterapkan secara ketat. Kawasan zona kuning dapat diusahakan selama tiga teknik diterapkan, yaitu mengubah geometri lereng, menghindari kejenuhan air lapisan atas tanah dan meningkatkan ketahanan gesekan tanah melalui teknik sipil. Rekayasa harus memperhitungkan sifat fisik tanah di daerah tersebut. Sebuah studi di Soil Research Institute mengungkapkan bahwa ketahanan gesekan tanah, yang menentukan kemungkinan longsor, ditentukan oleh bentuk partikel tanah.

Dalam partikel tanah liat, penambahan air mempercepat keruntuhannya. Di sisi lain, untuk partikel pasir, penambahan air justru memperlambat keruntuhan. Kedua, mengembangkan sistem peringatan dini di zona merah dan kuning. Sistem peringatan dini sedang dibangun berdasarkan penyebab utama tanah longsor. Sedangkan faktor pemicu longsor merupakan parameter lain dalam sistem. Ketiga, revegetasi dengan tanaman keras yang berakar dalam untuk menstabilkan lereng di daerah yang sangat rentan. Penanaman juga dapat dilakukan dengan menanam akar yang dalam, tetapi ringan seperti akar wangi. Mitigasi longsor merupakan tugas mendesak bagi kita karena menyangkut kehidupan masyarakat kecil di daerah pegunungan dan pegunungan yang sebagian besar adalah petani. Mitigasi longsor juga secara tidak langsung melindungi keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Tanah Longsor ! By Download Bs E

Pemilihan Liga 2024 IGK Manila Gubernur Akademi Pertahanan Nasional (ABN) merangkap Sekretaris Dewan Tertinggi Partai Nasdaq Kamis, 11 Agustus 2022, 05:10 WIB

Kembali ke Kemajuan Pembangunan Manusia DKI Jakarta Abdurrahman Irwandaker Pantau Demokrasi dan Pembangunan Manusia, Ketua Dewan Lembaga Pendidikan Demokrasi (IDE) Rabu 10 Agustus 2022, 05.15 WIB

Sebagai produk farmasi, penggunaan vaksin COVID-19 harus dipantau secara cermat dan tepat waktu. Jangan membeli produk impor yang mahal. Liputan6.com, Jakarta Tanah longsor bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum ada dua faktor penyebab terjadinya longsor, yaitu faktor pendorong dan faktor aktivasi. Tanah longsor adalah istilah untuk gerakan tanah yang dihasilkan dari peristiwa geologi, gerakan massa batuan.

Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan kemiringan lereng yang curam. Oleh karena itu, proses dan penyebab terjadinya longsor harus dipahami oleh seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah lereng. Tentu jika hal ini dipahami, maka angka kematian akibat longsor bisa ditekan.

Mitigasi Bencana Kota Bogor

Selain itu pemahaman tentang proses dan penyebab terjadinya tanah longsor juga dapat dijadikan dasar untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Nah, karena bencana ini sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia, saya tidak ingin membahas hal-hal yang berkaitan dengan tanah longsor.

Kali ini Liputan6.com, Rabu (24/4/2019) merangkum dari berbagai sumber beberapa hal tentang penyebab longsor dan hal lain tentang longsor.

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Bencana ini biasanya terjadi di daerah pegunungan, perbukitan, lereng terjal dan tebing. Tanah longsor sering juga terjadi pada lahan pertanian dan kebun buah-buahan yang terletak di lahan miring.

Nah, penyebab longsor ini bermacam-macam. Tanah longsor adalah peristiwa geologi yang terjadi akibat pergerakan batuan atau massa tanah dari berbagai jenis dan jenis, seperti jatuhnya batuan atau gumpalan besar bumi.

Kiamat Kecil Disebut Kiamat Sugro, Seperti Apa Contohnya?

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor. Secara umum ada dua faktor utama penyebab terjadinya longsor, yaitu faktor pendorong dan faktor aktivasi. Faktor pendorong adalah faktor yang mempengaruhi suatu zat, sehingga zat tersebut didorong untuk bergerak.

Sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan material bergerak hingga terjadi longsor. Namun penyebab utama tanah longsor adalah gravitasi yang menarik tanah ke bawah. Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya tanah longsor, seperti:

Hujan deras menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Jika musim kemarau panjang, tanah akan mengering dan membuat lubang tanah atau rongga tanah, kemudian akan terbentuk retakan pada tanah.

Nah, ketika musim hujan tiba, air hujan ini secara otomatis akan masuk ke rongga tanah atau membuka pori-pori tanah. Hal ini menyebabkan air hujan akhirnya mengisi kekosongan, menyebabkan tanah bergerak. Hal ini pada akhirnya menyebabkan tanah longsor dan erosi tanah.

Presentase Longsor Itb

Erosi tanah merupakan salah satu penyebab tanah longsor yang paling umum. Erosi ini dapat terjadi ketika aliran air yang besar mengenai tanah, menyebabkan tanah menjadi lebih curam. Aliran air ini dapat berupa gelombang laut, air hujan atau badai, banjir, air sungai dan lain-lain.

Proses pembuatan lereng curam atau tebing adalah cara angin dan air di sekitar lereng yang berpengaruh terhadap erosi.

Leave a Comment