Kurs Us Dolar Terhadap Rupiah

Kurs Us Dolar Terhadap Rupiah – Karyawan menunjukkan dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi terus melemah akibat resesi di Amerika Serikat. (/Johan Tallo)

, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa. Kelemahan ini mengambil penurunan dari hari sebelumnya. Pelemahan nilai tukar rupiah didorong isu resesi di Amerika Serikat.

Kurs Us Dolar Terhadap Rupiah

Pada Selasa (14/6/2022), rupiah melemah 68 poin atau 0,46 persen menjadi 14.750 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya sebesar 14,682 per dolar AS.

The Fed Kurangi Pembelian Obligasi Bikin Rupiah Diramal Melemah

“Isu resesi AS masih menjadi pendorong pelemahan rupiah,” kata Analis Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) Revandra Aritama seperti dikutip Antara.

Menurut Revandra, isu resesi semakin meningkat setelah laporan inflasi AS pada Mei naik 8,6 persen per tahun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Hal ini membuat dolar semakin menarik sebagai mata uang safe haven, terlihat dari indeks USD yang naik di atas 105 sehingga rupiah semakin tertekan,” kata Revandra.

Hasil pada Treasury AS 10-tahun naik menjadi 3,377 persen, menunjukkan bahwa investor khawatir bahwa pengetatan jalur yang cepat akan membahayakan pertumbuhan dan mungkin menyebabkan resesi.

Salah Kaprah Menghitung Nilai Rupiah

Revandra memperkirakan rupiah saat ini akan bergerak ke kisaran 14.650 per dolar AS hingga 14.750 per dolar AS.

* Kebenaran atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang tersebar, silahkan WhatsApp Cek Fakta nomor 0811 9787 670 dengan hanya mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Saat nilai tukar rupiah melemah, warga mengantre menukar dolar AS dengan valuta asing di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Karyawan menunjukkan dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup 80 poin atau 0,57 persen di level Rp. 14.050 per dolar AS. (/Johan Tallo)

Kurs Rupiah Dekati Rp 14.000/us$, Terpukul Sentimen Terkait Corona

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah turun atau melemah sebesar 1,2 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk periode awal akhir April 2022 hingga sekarang. Perry mengungkapkan, pelemahan rupiah disebabkan oleh masuknya modal asing.

Masuknya modal asing merupakan imbas dari ketidakpastian pasar keuangan global. Dia juga mengungkapkan, depresiasi rupiah sejalan dengan mata uang regional lainnya.

“Nilai rupiah turun sejalan dengan mata uang regional lainnya dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Per 23 Mei 2022, kurs rupiah turun 1,2 persen dibandingkan akhir April 2022,” katanya. pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa (24/5/2022).

Devaluasi tersebut disebabkan oleh masuknya modal asing bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global di bawah kelancaran pasokan valuta asing. Terutama, kata dia, dari sisi perusahaan dan pandangan positif terhadap prospek perekonomian Indonesia.

A) Tentukan Besar Kenaikan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar As Pada Hari Senin Sampai Minggub)

“Dengan perkembangan ini, nilai tukar rupiah mengalami penurunan sekitar 2,87% year-to-date hingga 23 Mei 2022 dibandingkan level akhir 2021,” katanya.

Namun, Perry Warjiyo mengatakan tingkat deportasi relatif lebih kecil dibandingkan yang terjadi di beberapa negara tetangga. Misalnya India turun 4,11 persen, Malaysia 5,1 persen, dan Korea Selatan 5,97 persen.

Karyawan menunjukkan rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup 80 poin atau 0,57 persen di level Rp. 14.050 per dolar AS. (/Johan Tallo)

Selain itu, Perry memprediksi stabilitas laju pertumbuhan rupiah ke depan tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga.

Lanjutkan Rekor Tertinggi, Dolar As Tembus Rp 14.729

“Hal ini terlihat dari defisit transaksi berjalan yang rendah, pasokan valas yang masih cukup oleh perusahaan dan komitmen Bank Indonesia,” ujarnya.

“Dalam hal ini, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilitas nilai rupiah sesuai dengan fungsi mekanisme pasar dan fundamental perekonomian Indonesia,” jelasnya. JAKARTA, Binstoday- Nilai tukar rupiah yang diperdagangkan antarbank di Jakarta, Rabu (6/4) kembali ditutup melemah 11 poin menjadi Rp14.359 per dolar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Ini telah melemahkan cara pelaku pasar menanggapi pesan

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam studinya di Jakarta, Rabu (6/4) mengatakan pada perdagangan hari ini, imbal hasil dolar AS dan obligasi AS bergerak positif seiring pasar mencerna pesan tersebut.

Brainard, yang umumnya mendukung pelonggaran kebijakan dan suku bunga rendah, mengatakan bank sentral perlu bertindak cepat untuk mengatasi kenaikan inflasi.

Tekanan Besar, Rupiah Akan Berisiko

Dalam pidatonya, Brainard mengatakan bahwa inflasi terlalu tinggi dan risikonya bahkan lebih tinggi. Oleh karena itu, Komite siap untuk bertindak tegas ketika indikator inflasi dan ekspektasi inflasi mengindikasikan bahwa tindakan tersebut diperlukan.

Sementara itu, ketegangan di Ukraina masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik setelah Amerika Serikat dan sekutunya menyiapkan sanksi baru terhadap Moskow atas kematian warga sipil di Ukraina utara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkannya sebagai “kejahatan perang” yang membutuhkan hukuman nyata.

Sanksi baru, yang dikoordinasikan antara Washington dan sekutunya, akan menargetkan bank dan pejabat Rusia dan melarang investasi baru di Rusia.

Selanjutnya, pasar akan mencari katalis dari pidato Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada pukul 21:00 WIB dan publikasi risalah rapat FOMC pada pukul 01:00 WIB.

Rupiah Berpeluang Lanjutkan Koreksi Pada 16 Agustus 2022

Rupiah dibuka melemah pada pagi hari di Rp14.366 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.356 per dolar AS hingga Rp 14.375 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu melemah ke Rp14.364 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.348 per dolar AS, kadang lemah, kadang kuat.

, Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah 73 poin terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin 15 Agustus 2022. Per 15 Agustus 2022, meski sempat naik 80 poin ke posisi Rp 14.741 dari sebelumnya penutupan 14.668 per dolar AS.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah berpotensi dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp 14.720-Rp 800,” kata Direktur PT Laba Forexindo Futures Ibrahim Ascustombi, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (15/8/ 2022). ).

Rupiah Menguat Tajam Jadi Rp14.500 An Per Dolar As, Ditopang Faktor Ini

Adapun sentimen yang mempengaruhi awal pekan ini, secara eksternal, dolar AS diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin setelah serangkaian data baru yang mengecewakan dari China, mitra dagang utama, dan biaya pinjaman Bank Rakyat China secara tak terduga diturunkan untuk kebijakan jangka menengah. . pinjaman dan peralatan. Likuiditas jangka pendek sekunder. tahun ini sebesar 10 basis poin menjadi 2,75 persen

Data ekonomi yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi China secara tak terduga melambat pada Juli karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu berjuang untuk mengatasi pukulan terhadap pertumbuhan pada kuartal kedua dari pembatasan ketat pada COVID.

Produksi industri tumbuh 3,8 persen pada Juli dari tahun sebelumnya, dengan tingkat pertumbuhan di bawah perkiraan untuk peningkatan 4,6 persen, sementara penjualan ritel naik 2,7 persen dari tahun sebelumnya, meleset dari perkiraan untuk pertumbuhan 5 persen dan pertumbuhan 3,1 persen terlihat pada Juni.

“Data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu memicu harapan investor bahwa bank sentral akan kembali ke pengetatan agresif, meskipun beberapa pembuat kebijakan Fed tampak bersemangat untuk melanjutkan retorika hawkish,” katanya.

Dampak Ngeri Dolar As Yang Nyaris Tembus Rp 15.000

Analis meneliti risalah pertemuan terbaru Fed, yang akan dirilis pada hari Rabu, untuk petunjuk lebih lanjut tentang pemikiran pembuat kebijakan, sementara data penjualan hari Jumat akan memberikan wawasan baru tentang kesehatan ekonomi.

* Kebenaran atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang tersebar, silahkan WhatsApp Cek Fakta nomor 0811 9787 670 dengan hanya mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Merebaknya virus corona COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini berdampak pada pasar saham dan nilai tukar rupiah.

Pekerja memajang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (19/6) ditutup menguat menjadi Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (/Angga Yuniar)

Nilai Rupiah Melemah, Dampak Buruknya Apa Saja?

Dari sentimen domestik, neraca perdagangan (BOP) Indonesia masih mencatat surplus pada Juli 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia bulan ini sebesar USD 4,23 miliar. Lebih besar dari perkiraan konsensus pasar Surplus Trade Balance Juli sebesar USD 3,81 miliar.

Angka ini lebih rendah dari surplus Juni 2022 yang mencapai US$ 5,09 miliar. Secara total, surplus neraca perdagangan negara kita untuk periode Januari-Juli 2022 adalah USD 29,17 miliar. Surplus perdagangan telah berjalan selama 27 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020.

Surplus perdagangan tersebut diperoleh dari nilai ekspor barang pada Juli 2022 yang tercatat sebesar 25,57 miliar USD atau turun 2,20 persen (MtM). Sedangkan secara tahunan meningkat sebesar 32,03 persen (YoY). Sementara nilai impor Indonesia pada Juli tercatat sebesar USD21,35 miliar, naik 1,64 persen (MoM) dan 39,86 persen (YoY).

Pertengahan Juni lalu, pemerintah merilis program flushing atau percepatan distribusi ekspor barang CPO dan turunannya. Kebijakan tersebut berlaku mulai 14 Juni 2022 hingga 31 Juli 2022. Program purge menyebabkan harga CPO naik karena kelebihan pasokan. Namun, harga CPO secara bertahap meningkat.

Dolar As Sempat Tembus Rp 15.000, Bi Beberkan Biang Keroknya

Seorang pegawai bank menunjukkan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Senin (11/2/2020). Nilai tukar rupiah pada Senin (2/11) sore ditutup menguat 0,1 persen ke level Rp 14.640 per dolar AS, dari perdagangan sebelumnya Rp 14.690 per dolar AS. (/Angga Yuniar)

Kontraksi surplus NPI tersebut disebabkan oleh tingginya harga komoditas unggulan, terutama harga minyak sawit mentah (CPO). Merujuk data Refinitiv, rata-rata harga CPO Juli berada pada kisaran MYR 3.940/ton, lebih rendah dibandingkan Juni yang tercatat sebesar MYR 5.473 per ton.

Kurs dollar us terhadap rupiah hari ini, kurs dolar us ke rupiah, kurs rupiah terhadap us dollar, kurs rupiah terhadap dolar as, kurs dolar hongkong terhadap rupiah, kurs dolar terhadap rupiah hari ini, kurs dolar terhadap rupiah, kurs rupiah terhadap dolar taiwan hari ini, kurs rupiah hari ini terhadap dolar amerika, kurs dolar australia terhadap rupiah, kurs dolar singapore terhadap rupiah, kurs dolar amerika terhadap rupiah

Leave a Comment