Pakek tekscerita pendek kupu kupu ib, c. bagaimana susunan peristiwa dalam ceria pendek itu?





Pakek teks cerita pendek kupu kupu ibu

c. bagaimana susunan peristiwa dalam ceria pendek itu?





Setiap senja, Ning, di taman dekat sekolah, selalu ada seorang
perempuan yang duduk di sudut taman. Ketika langit mulai berwarna
jingga, ia hadir di taman itu dan selalu menunggu kedatangan dua ekor
kupu-kupu cantik. Ya, keduanya cantik. Yang seekor bersayap hijau dengan
serat-serat kecokelatan pada garis guratannya. Kira-kira seperti daging
buah avokad yang matang. Dan yang seekor lagi bersayap biru, dengan
sedikit bintik-bintik putih. Ya, mirip dengan motif tas tangan ibu di
potret keluarga yang ada di ruang tamu. Tak ada yang tahu tentang apa
yang dilakukannya bersama kedua kupu-kupu itu setiap senja. Lalu setelah
langit kehilangan garis jingga terakhir, kedua kupu-kupu itu pun
meninggalkan taman, sebelum malam membuat mata mereka jadi buta.
Perempuan itu pun pergi. Berjalan gontai, dengan tundukan kepala yang
dalam. Seolah ia ingin sekali melupakan seluruh hari yang pernah
dijalaninya.

Orang-orang di sekitar sini tak ada yang
mengenalnya. Tak ada yang tahu namanya. Tak ada yang mengerti ia berasal
dari keluarga yang mana. Bahkan tak ada yang pernah berbicara
dengannya. Walau hanya sekadar perbincangan basa-basi tanpa perkenalan.
Orang-orang tak tahu di mana rumahnya. Kemudian setiap senja berakhir,
ketika orang-orang mulai sibuk dengan menu makan malam dengan
keluarganya masing-masing, perempuan itu seakan-akan menghilang. Tak ada
jejak yang bisa menunjukkan keberadaannya.

Bagimu mungkin
tak ada yang mengherankan. Seperti juga dirimu yang mencintai kupu-kupu.
Semua berjalan seperti biasa tanpa ada kejadian yang berarti. Sampai
kemudian tersiar kabar bila perempuan itu bisu. Karena sempat di suatu
pengujung senja, saat perempuan itu meninggalkan taman, seseorang tak
sengaja melihatnya lalu menyapanya. Tapi perempuan itu cuma mengangguk
tersenyum, tanpa bicara apa-apa.

semoga membantu 🙂



Leave a Comment