Penyakit Tekanan Darah Tinggi Disebut Juga Dengan Istilah

Penyakit Tekanan Darah Tinggi Disebut Juga Dengan Istilah – Interpretasi: penyebab tekanan darah tinggi tergantung pada jenis hipertensi, primer dan sekunder. Namun secara umum, gaya hidup yang tidak sehat memiliki risiko terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi. (Foto: Istockphoto/GlobalStock)

Asupan garam yang tinggi atau stres seringkali menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Masuk akal karena dua hal ini adalah penyebab paling umum.

Penyakit Tekanan Darah Tinggi Disebut Juga Dengan Istilah

Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana aliran darah memberi tekanan lebih pada dinding jantung dan pembuluh darah. Jika dibiarkan, semua pembuluh darah dan organ yang berhubungan langsung dengan pembuluh darah lambat laun akan rusak.

Cara Kendalikan Tekanan Darah Bagi Penderita Hipertensi Menurut Dokter Spesialis Jantung

“Hipertensi terjadi tanpa gejala, seperti kebocoran kecil, perlahan dan tidak terasa. Ketika kebocorannya besar, efeknya terasa dan biasanya menyebabkan banyak kerusakan pada organ,” jelas ahli saraf Amanda Tixnady beberapa waktu lalu.

Makanan, obat-obatan, gaya hidup, usia dan genetik, seperti yang disebutkan oleh dokter, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Keadaan setiap orang berbeda-beda, maka dokter akan menentukan penyebab pasti tekanan darah tinggi Anda.

Meski dijelaskan lebih detail di laman Healthline, ada dua jenis hipertensi, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Dua jenis itu adalah hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer atau hipertensi esensial adalah tekanan darah tinggi yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Para peneliti belum menemukan mekanisme pasti yang menyebabkan lambatnya kenaikan tekanan darah.

Hipertensi, The Silent Killer

Namun ada kombinasi faktor yang dapat berperan, antara lain genetik, perubahan fisik, dan faktor lingkungan. Genetika berarti faktor dari keturunan atau riwayat medis orang tua.

Meski perubahan fisik dikaitkan dengan potensi masalah pada bagian tubuh, salah satunya adalah perubahan fungsi ginjal. Padahal faktor lingkungan berhubungan dengan gaya hidup, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik.

Tipe kedua adalah hipertensi sekunder. Tekanan darah tinggi ini terjadi dengan cepat dan bisa lebih parah daripada hipertensi primer.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder termasuk penyakit ginjal, apnea tidur obstruktif atau kesulitan bernapas, cacat jantung bawaan, masalah tiroid, efek samping obat, penggunaan narkoba, penyalahgunaan atau kelebihan alkohol, gangguan kelenjar adrenal, dan beberapa tumor endokrin.

Apa Itu Hipertensi (tekanan Darah Tinggi) ?

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,3 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Atau itu berarti satu dari setiap tiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Jumlah ini meningkat setiap tahun.

Diperkirakan hipertensi akan mempengaruhi 1,5 miliar orang pada tahun 2025, dan 9,4 juta orang meninggal setiap tahun akibat hipertensi dan komplikasinya.

Gaya hidup tentu berpotensi meningkatkan tekanan darah. Namun menurut Clyde Yancey, M.D., kepala ahli jantung dan direktur asosiasi Chicago Bloom Cardiovascular Institute, data menunjukkan bahwa mencegah hipertensi seiring bertambahnya usia sangatlah sulit.

Namun, risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dihindari dengan menjaga pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan yang meningkatkan risiko. Mulai dari merokok, terlalu banyak minum alkohol dan kurang aktivitas fisik.

Komplikasi Tekanan Darah Tinggi, Pengukuran Dan Gejalanya

Anda juga harus menjaga pola makan seimbang dan makanan bergizi tinggi. Hindari juga makan gula, garam atau lemak berlebih. Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung mendorong dinding pembuluh darah (arteri).

Kekuatan tekanan darah ini dapat berubah dari waktu ke waktu karena aktivitas jantung (misalnya olahraga atau istirahat/keadaan normal) dan resistensi pembuluh darahnya.

Angka 140 mm Hg mengacu pada pembacaan sistolik ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau berkontraksi. Sementara itu, angka 90 mmHg mengacu pada pembacaan diastolik saat jantung beristirahat, atau rileks, saat mengisi biliknya dengan darah.

Hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut sebagai “silent killer” karena tidak menimbulkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah normal adalah sekitar 120/80 mm Hg. Ketika angka sistolik dan diastolik Anda berada dalam kisaran ini, Anda dikatakan memiliki tekanan darah normal.

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi jika pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mm Hg. Tekanan darah yang sangat tinggi akan mempengaruhi sirkulasi darah.

Namun, tekanan darah normal tidak berarti Anda bisa santai. Bila angka sistolik Anda antara 120-139, atau angka diastolik Anda (angka awal) antara 80-89, itu berarti Anda mengalami “pra-hipertensi”. Meski angka tersebut belum bisa dikatakan sebagai hipertensi, namun angka tersebut masih lebih tinggi dari angka normal yang harus diwaspadai.

Jika tekanan darah Anda lebih tinggi dari 180/120 mm Hg, atau jika tekanan darah sistolik atau diastolik Anda lebih tinggi dari angka ini, Anda menghadapi masalah kesehatan yang serius. Angka ini menunjukkan suatu kondisi yang dikenal sebagai krisis hipertensi.

Stres Dan Cemas Berlebihan Bisa Menyebabkan Hipertensi • Hello Sehat

Jika tekanan darah Anda setinggi ini, dokter biasanya akan mengukurnya setelah beberapa menit. Jika masih dalam kadar yang sama, Anda akan segera diberikan obat tekanan darah tinggi darurat.

Hampir semua orang bisa mengalami tekanan darah tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa angka ini saat ini meningkat di seluruh dunia. Bahkan, jumlah orang dewasa dengan hipertensi di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 29 persen pada tahun 2025.

Kasus hipertensi juga sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2018, data Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan 34,1 persen penduduk Indonesia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, pada 2013, jumlahnya masih mencapai 25,8 persen.

Seseorang dengan tekanan darah tinggi biasanya tidak memiliki atau hanya gejala ringan. Namun secara umum, gejala tekanan darah tinggi adalah:

Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) Medicastore

Hipertensi merupakan penyakit yang tersembunyi dan sulit dideteksi, sehingga Anda harus memeriksakan tekanan darah secara rutin jika Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi. Segera cari pertolongan medis atau perawatan di rumah sakit jika Anda melihat tanda-tanda atau gejala penyakit.

Jika sakit kepala parah disertai dengan pilek, ini adalah tanda dan gejala krisis hipertermia, keadaan darurat. Hubungi 118 atau 021-65303118/65302940 (khusus DKI Jakarta).

Sebelum pergi ke dokter spesialis, sebaiknya periksakan dulu ke dokter umum, yang bisa Anda temui di klinik, pusat kesehatan atau rumah sakit atau layanan kesehatan terdekat.

Seorang dokter umum biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dasar. Selama pemeriksaan, dokter akan menanyakan apa keluhan dan gejala Anda. Dokter atau perawat Anda biasanya akan memeriksa tekanan darah Anda.

Ketahui Apa Itu Tekanan Darah Dan Cara Membacanya

Dari tes ini, biasanya dokter akan dapat menentukan apakah Anda benar-benar mengidap hipertensi, jenis hipertensi apa yang Anda derita, dan jenis spesialis hipertensi apa yang harus Anda temui.

Jika hipertensi disertai dengan kondisi medis lain, seperti masalah ginjal, dokter umum Anda akan merujuk Anda ke spesialis penyakit dalam. Sedangkan jika Anda terdiagnosis hipertensi pulmonal, dokter akan merujuk Anda ke ahli jantung.

Anda bisa langsung merujuk ke dokter spesialis tanpa harus ke dokter umum. Namun, jika Anda tidak yakin, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter umum Anda.

Ada dua klasifikasi atau jenis hipertensi berdasarkan penyebabnya. Hipertensi primer atau esensial biasanya disebabkan oleh faktor keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum terlalu banyak natrium (garam), stres, tidak aktif, terlalu banyak minum alkohol, dan obesitas.

Kenali Bahaya Hipertensi, Sering Muncul Tanpa Gejala

Misalnya, kebiasaan merokok. Merokok sebatang rokok dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara langsung dan dapat meningkatkan tingkat tekanan darah sistolik sebesar 4 mm Hg. Nikotin dalam produk tembakau merangsang sistem saraf, melepaskan bahan kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Makan terlalu banyak makanan berlemak tinggi natrium (makanan olahan, makanan kaleng, makanan cepat saji) dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi. Begitu juga dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan.

Selain itu, ada yang disebut hipertensi sekunder. Penyebab hipertensi jenis ini, khususnya, karena kondisi medis penyerta lainnya. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi adalah:

Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan untuk gagal ginjal dan penyakit jantung. Pil KB atau obat flu juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Wanita yang sedang hamil atau menjalani terapi sulih hormon juga dapat mengalami tekanan darah tinggi.

Mengenal Hipertensi, Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Sedangkan untuk anak di bawah 10 tahun, tekanan darah tinggi akibat penyakit lain, seperti penyakit ginjal, juga sering terjadi. Dalam kasus seperti itu, tekanan darah anak kembali normal setelah minum obat tekanan darah tinggi.

Banyak faktor yang menempatkan Anda pada risiko tinggi terkena tekanan darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain faktor keturunan atau genetik, usia, etnis, dan jenis kelamin.

Orang yang lebih tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Pasalnya, semakin tua usia Anda, maka tekanan darah Anda akan semakin meningkat. Ini karena pembuluh darah kita menebal dan mengeras seiring waktu.

Seseorang dengan riwayat keluarga tekanan darah tinggi berisiko lebih tinggi mengalami hal yang sama. Dalam hal etnis, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang keturunan Afrika daripada orang Asia. Dari segi usia, wanita dewasa lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan pria.

Hipertensi “the Silent Killer”

Meski Anda bukan termasuk golongan di atas, bukan berarti Anda tidak berisiko terkena hipertensi. Pasalnya, faktor risiko terpenting terjadinya hipertensi adalah gaya hidup yang buruk atau tidak sehat.

Di sisi lain, seseorang dengan faktor risiko seperti genetika, usia, dll dapat terbebas dari hipertensi dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Tidak adanya faktor risiko tidak berarti Anda tidak akan mengalami hipertensi. Faktor ini hanya untuk referensi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi secara konsisten atau di atas 140/90 mm Hg

Soal Tematik Kelas 5 Tema 4 Sub 3

Hipertensi dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Namun, hipertensi

Tekanan darah tinggi disebut juga, cuci darah disebut juga, penyakit gonore disebut juga penyakit, tekanan darah tinggi disebut juga dengan istilah, gangguan tekanan darah tinggi disebut juga, penyakit radang lambung disebut juga dengan istilah, pembangkit listrik energi surya sering disebut juga dengan istilah, penyakit darah tinggi disebut juga dengan istilah, penyakit kelamin gonorrhea disebut juga dengan, tekanan darah rendah disebut juga, penyakit tekanan darah tinggi disebut juga dengan, penyakit tekanan darah tinggi disebut juga

Leave a Comment