Tips Menanam dan Menentukan Jarak Tanaman Cabe Rawit dengan Benar

Tips Menanam dan Menentukan Jarak Tanaman Cabe Rawit dengan Benar – Cabe rawit termasuk komoditas penting. Jadi tidak aneh jika banyak orang tertarik untuk menanamnya. Selain tekniknya, penting juga untuk mempertimbangkan jarak tanaman cabe rawit yang hendak ditanam. Berikut ini 7 hal yang perlu diperhatikan ketika menanam cabe rawit:

1. Menentukan Jarak Saat Menanam Cabe Rawit

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa jarak penanaman cabe rawit merupakan hal yang sangat penting. Jika terlalu dekat maka pertumbuhan setiap bibit cabe rawit akan kurang maksimal. Namun, jika terlalu jauh maka petani cabe tidak bisa memaksimalkan lahan yang ada.

Jarak tanam sangat bervariasi. Salah satu jarak yang direkomendasikan adalah 80 cm untuk jarak dalam barisan dan 50 cm untuk jarak antar barisan. Jarak lain yang bisa dicoba adalah 1,5 m antar barisan dan 1 m untuk jarak dalam barisan.

2. Mempersiapkan Lahan Untuk Penanaman

Selain jarak tanaman cabe rawit petani juga perlu memperhatikan lahan untuk penanaman. Cabe akan tumbuh dengan maksimal jika lahannya disiapkan dengan baik. Jika lahan yang akan digunakan belum cukup subur maka bisa dilakukan penyuburan tanah dengan menambahkan pupuk organik.

3. Menyiapkan Bibit Tanaman Cabe Rawit

Bibit cabe yang akan ditanam perlu dipaparkan di luar ruangan untuk meningkatkan kualitasnya. Lakukan proses ini saat siang hari selama beberapa jam dan ulangi selama beberapa hari. Suhu yang baik untuk melakukan proses ini adalah sekitar 25 derajat Celcius.

4. Proses Penanaman Cabe Rawit

Setelah bibit dan lahan sudah siap maka petani juga harus berhati-hati ketika menanam cabe rawit. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah suhu ketika proses penanaman, dan ukuran atau usia bibit cabe.

Penanaman penyangga yang lebih tinggi dari cabe juga akan menunjang pertumbuhan cabe rawit. Dengan adanya penyangga maka kerusakan tanaman cabe karena angin bisa dicegah. Bahkan jika tidak disangga tanaman bisa saja patah karena menanggung berat buahnya.

5. Pemberian Pupuk dan Penyiraman Tanaman Cabe

Hal yang terpenting dalam merawat tanaman adalah pemberian pupuk dan penyiraman. Petani cabe rawit bisa menggunakan pupuk organik dan anorganik sesuai kebutuhan. Penggunaan pupuk yang benar akan mendukung pertumbuhan cabe rawit dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Proses penyiraman juga harus diperhatikan. Jika penyiraman dilakukan berlebihan maka bisa membuat tanaman cabe rawit membusuk. Namun, cabe rawit yang terlalu kering juga bisa layu dan mati. Petani cabe rawit juga harus menyesuaikan dengan cuaca atau musim yang sedang berlangsung.

6. Pencegahan Hama

Petani cabe rawit juga harus memperhatikan hama pada tanaman cabe. Hama yang berbeda juga memerlukan penanganan yang berbeda. Penanggulangannya bisa menggunakan metode organik maupun anorganik seperti pestisida. Setiap cara yang digunakan tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

7. Memberikan Perhatian Khusus ke Tanaman Cabe

Perhatian khusus yang dibahas di sini memang jarang dilakukan tetapi sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabe. Salah satunya adalah memangkas tangkai-tangkai dan daun tanaman cabe yang sudah layu atau mati.

Selain itu, petani cabe rawit juga perlu memangkas tunas-tunas susulan yang tumbuh. Dengan menerapkan hal ini maka pertumbuhan buah cabe bisa menjadi lebih maksimal. Buah akan tumbuh dengan baik karena nutrisi yang diperoleh tanaman akan difokuskan untuk menumbuhkan buah cabe.

Demikianlah pembahasan tentang tips dan beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menanam cabe rawit. Salah satunya adalah menentukan jarak tanaman cabe rawit dengan benar. Memaksimalkan lahan yang ada akan turut memaksimalkan hasil panen cabe rawit nantinya.

Leave a Comment